You are here:  / Artikel / Photo Story / Mendaki Merapi (Photo Story TN Gunung Merapi Bagian 2)

Mendaki Merapi (Photo Story TN Gunung Merapi Bagian 2)

5429_638721872933284_5925525937402171186_n

Setelah perjalanan ekspedisi di Taman Nasional Gunung Tambora pada pertengahan tahun 2015 lalu, Taman Nasional Gunung Merapi menjadi perjalanan kedua yang harus ditempuh dengan cara mendaki. Ya, mendaki. Karena kawasannya berupa gunung jadi kami harus mendaki.

Mendaki gunung tampaknya menjadi aktivitas yang populer pada bebera tahun belakangan. Aktivitas yang dulunya dikenal dengan sebagai olahraga ekstrem dan beresiko kini telah berubah menjadi aktivitas yang digandrungi oleh berbagai kalangan khususnya anak-anak muda.

Mulai dari gunung-gunung yang memang sudah populer menjadi destinasi pendakian, hingga bukit-bukit di sekitarnya pun tak luput dari incaran para pendaki yang jumlahnya terus bertambah. Asal menawarkan pemandangan yang menarik atau pun sunrise yang menawan, informasinya pasti akan tersebar cepat di media sosial dan tak lama tempat tersebut akan ramai pengunjung.

Tidak masalah sebenarnya jika banyak orang yang menggemari jenis olahraga ini, melihat manfaatnya yang tak hanya baik untuk kesehatan raga, tetapi juga jiwa. Namun hendaknya aktivitas mendaki ini dimaknai secara bijak, bukan hanya menjadi ajang mencari lokasi foto menarik yang akhirnya hanya menjadi bahan pamer. Terlebih lagi mayoritas gunung di Indonesia merupakan kawasan Taman Nasional, Tahura, maupun kawasan konservasi lainnya, yang pastinya ada beberapa aturan yang harus di taati.

Lantas apakah yang kami cari dari perjalanan ini ? Apakah mengejar puncak Merapi ? atau mencari keindahan bentang alam Merapi ?

Mengejar puncak Merapi tentunya tidak, sebab puncak tidak pernah lari. Terlebih lagi puncak Merapi bukanlah tempat yang aman untuk didaki dan pastinya telah melebihi batas aman pendakian yang ditetapkan oleh Taman Nasional. Tidak sedikit juga insiden kecelakaan yang pernah terjadi.

Mencari keindahan bentang alam Merapi ? Kami rasa perjalanan ini tidak sedangkal itu. Sebagai mahasiswa kehutanan kami hanya ingin berbagi sudut pandang, tentang bagaimana cara kami memandang Merapi, Gunung Merapi,Taman Nasional Gunung Merapi dan berbagai aspek yang menyertainya.

Catatan : Ada sedikit tautan bagi kita untuk lebih memahami aturan dalam berkegiatan di Kawasan Konservasi . Selamat membaca. https://www.unodc.org/…/law-number-5-year-1990-concerning-c…

Photo by : Okti Fathony Purnama
Text by : Novitasari Ratna D.

Humas Mapala Silvagama

LEAVE A REPLY

Your email address will not be published. Required fields are marked ( required )

Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Jalan Agro No.1, Bulaksumur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Telp +6283838654298 (Humas Mapala Silvagama
info : mapalasilvagama@gmail.com